Kongregasi Para Suster Santa Perawan Maria (SPM) memiliki sejarah panjang yang dimulai pada tanggal 29 Juli 1822 tepatnya di Muurhuizen, Amersfoort, di Belanda Utara, tepatnya di kota Amersfoort. Kongregasi ini terus berkembang dan pada tanggal 11 Oktober 1926 hadir di Indonesia, tepatnya di Probolinggo, Jawa Timur dengan membawa semangat pelayanan di berbagai bidang, terutama di pendidikan formal.

Pendidikan yang diberikan mencakup jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Selain itu, kongregasi ini juga peduli terhadap anak-anak muda melalui pengelolaan asrama dan panti asuhan, menyediakan lingkungan yang mendukung pembentukan karakter dan iman.

Pada tahun 2016, Kongregasi SPM di Indonesia berkembang pesat sehingga dimekarkan menjadi dua provinsi, yaitu Provindo Probolinggo dan Provindo Samarinda. Pembagian ini memungkinkan pelayanan yang lebih terfokus dan optimal di berbagai wilayah.

Kongregasi SPM Provindo Samarinda, yang terdiri dari sekitar 50 suster, aktif berkarya di bidang pendidikan di berbagai daerah, seperti:

  • Samarinda dan Barong Tongkok (Kalimantan Timur),
  • Kotabaru, Pelaihari, dan Banjarmasin (Kalimantan Selatan),
  • Pamulang (Tangerang Selatan, Banten),
  • Baras (Filipina).

Kongregasi SPM merupakan lembaga hidup bakti tingkat kepausan yang membaktikan diri untuk karya kerasulan di bidang pendidikan, pastoral, dan pembinaan anak asrama, mewujudkan nilai-nilai kasih dan pelayanan kepada masyarakat luas.