Vatikan Perkenalkan Maskot Kartun Pertama
Luce dan teman-temannya dirancang untuk membawa pesan harapan bagi generasi muda.
Tulisan ini dimuat tanggal 20 December 2024
Vatikan resmi memperkenalkan maskot kartun pertamanya pada Senin (28/10/2024). Karakter ini bernama Luce, yang desainnya terinspirasi dari anime. Luce merupakan hasil karya seniman pop asal Italia, Simone Legno, yang juga dikenal sebagai salah satu pendiri merek gaya hidup tokidoki. Tokidoki sendiri adalah brand yang terinspirasi dari budaya Jepang dan dikenal dengan desain karakter bergaya kawaii yang populer di dunia fashion dan aksesori.

Luce digambarkan sebagai seorang peziarah Katolik yang mengenakan jaket hujan kuning, warna yang melambangkan bendera Kota Vatikan. Ia tidak sendiri dalam perjalanannya, melainkan ditemani oleh lima karakter lainnya. Fe adalah seorang anak laki-laki berkulit gelap dengan jas hujan merah, sementara Sky, yang juga berkulit gelap dan berkacamata, mengenakan mantel biru. Ada juga Xin, seorang perempuan berambut merah muda dengan mantel hijau.
Selain mereka, ada karakter Iubi yang berperan sebagai malaikat pelindung, seekor anjing bernama Santino, serta burung putih bernama Aura. Menurut pernyataan resmi Vatikan, sepatu bot yang dikenakan Luce dan teman-temannya terlihat kotor sebagai simbol perjalanan panjang yang telah mereka lalui. Sementara itu, mata mereka mencerminkan harapan dan keinginan untuk mencapai kedalaman spiritual serta hubungan dengan yang ilahi.
Catholic News Agency melaporkan bahwa Luce dan teman-temannya akan memulai debutnya di acara budaya pop Italia, Lucca Comics & Games 2024, yang dijadwalkan berlangsung dari 30 Oktober hingga 3 November. Dalam acara tersebut, Departemen Evangelisasi Vatikan akan mengadakan area khusus untuk memperkenalkan Luce dan para sahabatnya kepada publik.
Simone Legno, dalam unggahan di Instagram, mengungkapkan rasa bangganya atas proyek ini. Ia menyebut bahwa merupakan kehormatan besar dapat menciptakan maskot untuk perayaan Yubileum, momen istimewa yang diselenggarakan Gereja setiap 25 tahun sekali sebagai tahun refleksi spiritual dan ziarah. Sebagai seseorang yang tumbuh dalam keluarga Katolik di Roma, Legno merasa bahwa proyek ini adalah kesempatan unik untuk menghadirkan unsur budaya pop dan gaya kawaii ke dalam dunia keagamaan.
Menurutnya, Yubileum menjadi kesempatan bagi jutaan orang untuk bertemu dan berdialog, terutama bagi generasi muda. Ia berharap bahwa karakter Luce dan sahabatnya dapat mencerminkan aspirasi serta semangat yang hidup di dalam hati anak muda di seluruh dunia. “Ini adalah pengalaman luar biasa dan cahaya kebahagiaan yang akan saya simpan dalam hati sepanjang hidup saya,” tulisnya.
